Kunjungi Bawaslu Surakarta, Totok Hariyono Serukan Bawaslu Sebagai Garda Terdepan Perjuangan Demokrasi Substantif
|
SURAKARTA, 2 April 2026 — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, Totok Hariyono, menegaskan pentingnya penguatan kembali nilai-nilai demokrasi substantif dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Bawaslu Kota Surakarta pada Kamis (2/4/2026). Kunjungan strategis ini turut didampingi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, serta Kepala Bagian Administrasi, Adibay.
Kedatangan rombongan tersebut disambut hangat dan diterima langsung oleh Ketua, Anggota, beserta seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Surakarta.
Dalam arahannya, Totok Hariyono menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang saat ini dinilai sedang mengalami kemerosotan. Ia mengkritik bahwa konsolidasi demokrasi yang terjadi di masyarakat kerap kali masih bersifat formalistik semata. Padahal, menurutnya, pelaksanaan konsolidasi demokrasi seharusnya dijiwai dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Bawaslu adalah penjaga demokrasi yang paling terdepan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab utama setiap anggota Bawaslu untuk terus menekankan dan mengawal nilai-nilai demokrasi," tegas Totok di hadapan jajaran Bawaslu Kota Surakarta.
Totok juga mengingatkan bahwa Bawaslu harus memosisikan diri sebagai tempat perjuangan, di mana setiap perbedaan senantiasa dilindungi. Ia menjabarkan bahwa tugas Bawaslu tidak hanya sebatas pada teknis pengawasan, tetapi juga melindungi penjaminan kebebasan berbeda pendapat dan bersikap. Hal ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan iklim demokrasi yang substantif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya konsolidasi demokrasi secara masif merupakan instrumen penting untuk melawan berbagai ancaman elektoral, seperti campur tangan oligarki dalam pemilu, masalah ketidaknetralan aparat, hingga potensi bangkitnya sikap otoritarian.
Selain penguatan nilai ideologis, pertemuan tersebut juga membahas aspek manajerial kelembagaan. Totok menginstruksikan agar jajaran pengawas senantiasa meninggalkan jejak administratif dalam setiap kegiatan konsolidasi demokrasi. Bukti administratif ini sangat penting untuk menunjukkan kepada publik bahwa Bawaslu tetap bekerja optimal meskipun sedang berada dalam masa non-tahapan pemilu.
Menutup arahannya, Anggota Bawaslu RI tersebut memberikan penekanan khusus terkait akuntabilitas anggaran. Ia meminta seluruh jajaran Bawaslu untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian tingkat tinggi dalam penggunaan uang negara, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata bagi perbaikan kualitas demokrasi.
Kehadiran Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, dan Kepala Bagian Administrasi, Adibay, dalam kunjungan tersebut turut memperkuat sinergi pengawasan dan pengelolaan administrasi secara berjenjang guna memastikan Bawaslu Kota Surakarta terus menjadi lembaga yang solid, independen, dan berintegritas.
Humas Bawaslu Kota Surakarta