Ketua Bawaslu Solo Ajak Gen-Z Kawal Pemilu 2029 Melalui Pengawasan Partisipatif
|
SURAKARTA, BAWASLU KOTA SURAKARTA – Ketua Bawaslu Kota Surakarta memberikan sambutan sekaligus arahan kepada peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Gen-Z Kota Surakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan peran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Surakarta menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pemilu yang berintegritas dan demokratis.
“Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara atau lembaga pengawas pemilu. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting untuk ikut mengawasi dan mengawal setiap proses pemilu. Karena itu, kami membutuhkan semangat dan partisipasi teman-teman semua untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2029,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemilu 2029 akan menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama, termasuk tantangan yang berkembang di tingkat lokal. Kota Surakarta, sebagai wilayah dengan karakter masyarakat yang dinamis, membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
“Kita membutuhkan semangat teman-teman untuk mengawal Pemilu 2029 mendatang dengan segala tantangannya, khususnya di Kota Surakarta. Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan untuk menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan partisipatif,” katanya.
Menurutnya, semangat pengawasan partisipatif perlu dibangun sejak dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme pengawasan pemilu. Dengan bekal tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem pengawasan pemilu.
Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Surakarta untuk memberikan ruang pembelajaran kepada pemilih pemula, pelajar, dan mahasiswa generasi Z. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengawasan pemilu sekaligus didorong untuk membangun kepedulian terhadap persoalan demokrasi di lingkungan masing-masing.
Ketua Bawaslu Kota Surakarta juga berharap peserta P2P tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama kegiatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan dikembangkan melalui jejaring atau komunitas pengawasan partisipatif.
“Saya berharap P2P ini bukan sekadar kegiatan yang selesai setelah acara berakhir. Teman-teman dapat terus bergerak, membangun jejaring, dan menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga kualitas demokrasi di Kota Surakarta. Mari kita kawal bersama Pemilu 2029 agar semakin bermartabat,” pungkasnya.
Kegiatan P2P Gen-Z Bawaslu Kota Surakarta dilaksanakan sebagai bagian dari program prioritas nasional Bawaslu dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan demokrasi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi, kritis terhadap dinamika kepemiluan, serta aktif mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Humas Bawaslu Kota Surakarta