Lompat ke isi utama

Berita

TOLAK POLITIK UANG BAWASLU ADAKAN GELAR BUDAYA

TOLAK POLITIK UANG BAWASLU ADAKAN GELAR BUDAYA

   Gaung Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo yang akan digelar pada September 2020 mendatang sudah terasa oleh masyarakat Kota Solo pada penghujung akhir tahun 2019. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solo menggelar serangakaian kegiatan untuk mengajak masyarakat turut berperan serta dalam mengawasi jalannya Pilkada di 2020. Ajakan ini dilakukan dengan cara unik yakni dengan pendekatan budaya lokal yang dikemas dalam gelar budaya di wilayah Kelurahan Sondakan.
     Rangkaian kegiatan gelar budaya dilaksanakan sejak pagi hingga malam hari dengan menyuguhkan berbagai atraksi dan kegiatan menarik.
Untuk pagi hari, acara digelar disepanjang Jalan Parangkesit Kelurahan Sondakan Laweyan Solo dimulai dengan Senam Demokrasi dan Jajan pasar Tradisional. Kegiatan ini dihadiri puluhan warga dari Kelurahan Sondakan dan beberapa kampung sekitar wilayah Sondakan. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba mural bertemakan tolak politik uang disepanjang dinding Jalan Parangkesit Kampung Sondakan.
   Puncak acara Gelar Budaya dilaksanakan dengan Pentas Ketoprak Ngampung Balekambang yang bercerita tentang perseteruan dua calon lurah dihadirkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Simpang Tiga Tugu Gentong, Jl. Latar Putih, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Minggu (8/12) malam.
     Gelar Budaya pentas ketoprak merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif bersama Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu fungsi pengawasan. Bawaslu dalam menjalankan pengawasan tidak bisa sendiri namun harus bersinergi dengan masyarakat untuk mewujudkan Pilwalkot 2020 yang berkualitas. Adanya pendekatan melalui kesenian seperti pentas ketoprak, lomba mural, dan merangkul berbagai komunitas dinilai akan memberikan pesan-pesan yang lebih mengena.
    Banyaknya masyarakat yang enggan melapor saat menemukan praktik politik uang menjadi tantangan tersendiri bagi Bawaslu Solo untuk lebih menggiatkan pencerahan di kalangan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan ini diharapkan Pilwalkot 2020 Kota Solo bebas dari narasi politik negatif, tanpa hoaks, dan berbagai ujaran kebencian.