Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Kesiapan Pengawas Pada Tahapan Pungut Hitung Pilkada 2024 : Bawaslu Surakarta Adakan Penguatan Kapasitas Jajaran Ad Hoc

acara penguatan soft skill bagi jajaran Ad Hoc di area outdoor

acara penguatan soft skill bagi jajaran Ad Hoc di area outdoor

Bawaslu Surakarta News (BSN). Bawaslu Kota Surakarta adakan Penguatan Kapasitas Bagi Badan Pengawas AD HOC yang bertajuk manajemen Konflik dan Kerawanan Tahapan Pemungutan & Perhitungan Suara Dalam Pilkada 2024 di Grand Bintang Hotel Tawangmangu pada Jumat s.d Sabtu, 11 s.d 12 Oktober 2024. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh , Ketua dan Anggota Panwascam se-kota Surakarta, jajaran anggota dam Staf Bawaslu Kota surakarta, jajaran Staf Panwascam se-Kota Surakarta, dan panwas kelurahan se -kota Surakarta. 

Panwascam dan Pengawas tingkat Kelurahan adalah ujung tombak yang harus dibekali dengan ilmu pentingnya kerawanan tahapan pemungutan. Tidak mudah untuk menjadi penegak hukum yang kuat dan berintegritas. .

Acara dibuka oleh Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Agus Sulistyo. Dalam sambutannya Agus berpesan bahwa panwascam dan panwas kelurahan dapat aktif dan selalu ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang ada.

Agus Sulistyo saat memberikan sambutan

Kajad Pamuji Joko Wakito, selaku pembicara pertama membawakan materi Kerawanan Tahapan Pemungutan Perhitungan Suara Pilkada 2024. Klaster Kerawanan Tungsura (Perhitungan Suara) ada 5, yaitu Pra pemungutan suara, persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan perhitungan suara, perhitungan suara, dan pasca perhitungan suara. 

“Panwas harus memastikan seluruh jobdesc dari kpps sudah sesuai dan terlaksana, khususnya saat proses tungsura” Tegas Kajad, selaku Anggota KPU Kota Surakarta periode 2013-2023.

Dilanjut oleh narasumber kedua Naya Amin Zaini, selaku Akademisi dan Anggota Bawaslu Kota Semarang periode 2018-2023. Naya menyampaikan manjemen konflik merupakan proses mengelola dan mengatasi konflik yang terjadi baik di organisasi maupun Lembaga, selain itu melalui manajemen konflik dapat mencegah terjadinya ekskalasi konflik yang lebih besar. 

“ Lakukan tugas pengawasan semaksimal mungkin, karena menjadi pengawas merupakan mandat undang-undang.” Pesan Naya

Hadir dalam acara Isnawati Solihah, konsultan management project, sebagai narasumber ke tiga, beliau berpesan bahwa dalam melakukan pengawasan perlu adanya koordinasi & komunikasi yang efektif, efisien, berkelanjutan, serta berjenjang. Keempat hal tersebut dapat menjadi kunci agar pengawasan dalam pemilihan serentak 2024 ini berjalan lancar.

Sebagai penutup pada kegiatan hari pertama ini, Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Agus Sulistyo mengatakan bahwa akan ada sosialisasi Kembali terkait Teknis Pengawasan Siber dan Penggunaan Aplikasi SIWASLIH Pilkada 2024 yang dilaksanakan pada kemudian hari, sebagai kegiatan lanjutan dari penguatan kapasitas bagi badan pengawas ad hoc. 

 Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan outbond di lapangan. Diawali dengan prakata dari Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Agus Sulistyo agar tetap menjaga semangat. Kegiatan outbond ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, teamwork, kekompakan, serta konsentrasi peserta.

 

foto bersama

”Semoga dengan adanya kegiatan ini Panwas se-kota Surakarta menjadi lebih semangat dan kompak dalam melaksanakan pengawasan” ucap Agus, sebagai penutupan acara.

Penulis : Magang MBKM UNS