Lompat ke isi utama

Berita

Targetkan keterwakilan pengawas perempuan, Bawaslu Solo Genjot Sosialisasi komunitas perempuan

Targetkan keterwakilan pengawas perempuan, Bawaslu Solo Genjot Sosialisasi komunitas perempuan

 

 

Bawaslu-Solo-Genjot-Sosialisasi-komunitas-perempuan-1

   BADAN Pengawas Pemilu Kota Surakarta,mendorong keterwakilan perempuan ikut menjadi anggota Pengawas Pemilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Menurut Anggota Bawaslu Solo Poppy Kusuma Nataliza disela kegiatan Pembinaan kader anti politik uang pada Pertemuan PKK Karangasem Kecamatan Laweyan Minggu 11/10/2019 menyebutkan, dalam 1 pekan kedepan pihaknya mempersiapkan rekrutmen pengawas pemilu tingkat kecamatan (Panwascam) . Hal ini bersamaan mulai berjalannya tahapan Pilkada 2020 yang harus segera diawasi sesuai tahapan.
    “Sesuai tahapan, maka akhir Nopember ini kita harus melakukan pengumuman untuk perekrutan pengawas di tingkat Kecamatan. Hal ini sesuai Keputusan Ketua Bawaslu RI nomor 0883 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panwas Kecamatan tahun 2019,”Popy Kusuma. Ia menyebutkan pihaknya saat ini tengah menggenjot sosialisasi perekrutan pengawas terutama di kalangan perempuan. Target 30 persen keterwakilan perempuan dinilai perlu, terlebih jumlah DPT pada pemilu 2019 lalu sebanyak 51,4 % juga dari kalangan perempuan. Pihaknya mencatat data KPU Solo menyebutkan dari jumlah DPT 421.999 jumlah pemilih perempuan wilayah Solo mencapai 216.962.
Poppy Kusuma menjelaskan Selain pertemuan langsung dengan warga, sosialisasi juga akan dilakukan melalui berbagai media sosial maupun web milik Bawaslu Solo.

Bawaslu-Solo-Genjot-Sosialisasi-komunitas-perempuan-3

    “Pada Pemilu 2019 lalu jumlah pengawas tingkat kecamatan maupun kelurahan dari perempuan belum mencapai 30 persen. Untuk pilkada kali ini akan kita upayakan agar kaum perempuan bisa memenuhi keterwakilannya diangka tersebut,” terang Poppy Kusuma.
Sementara itu ditemui di tempat yang sama, ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono menyebutkan kaum perempuan dinilai efektif dalam penanggulangan berita yang mengandung SARA, Hoak, hingga ujaran kebencian. Pasalnya tak sedikit dari kaum perempuan saat ini merupakan pegiat atau aktif di media sosial.
     “Jika kaum perempuan ini kita optimalkan saya meyakini berbagai ujaran kebencian, sara dan hoak bisa ditanggulangi sejak dini. Selain lebih aktif dalam dunia maya, saat ini jumlah perempuan sebagai pemilih di Kota Solo juga lebih banyak daripada Laki-laki,”Jelas Budi Wahyono.