Pawai Becak di CFD untuk Pemilu 2019 Damai
|
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Demi menciptakan Pemilu 2019 yang damai, jujur dan bermartabat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta, menggelar pawai becak di CFD, Minggu (10/3/2019) pagi.
Dalam pawai tersebut Bawaslu mengajak masyarakat Solo untuk mengawal pemilu 2019 sehingga tercipta kondusivitas di Kota Solo.
Terdapat 15 becak yang ditunggangi petugas Bawaslu dengan menggunakan topeng pasangan calon presiden dan wakil presiden di area CFD.
“Kami menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat Solo untuk ikut mengawal Pemilu sebagai sarana proses demokrasi," kata Ketua Bawaslu Kota Surakarta, Budi Wahyono, usai pawai, Minggu (10/3/2019) siang.
Dirinya juga membeberkan bahwa Pemilu tak hanya milik Bawaslu. Namun seluruh masyarakat Indonesia.
Sehingga diperlukan ketertiban dan kondusivitas yang tercipta di tengah masyarakat.
"Jadi di sini kami kami mengajak masyarakat untuk berhenti menyebar berita bohong, ujaran kebencian sehingga Pemilu 2019 berjalan dengan kondusif,” katanya. Pawai tersebut dimulai dari simpang empat Gendengan menuju Ngarsopuro.
Pawai Bawaslu Surakarta di Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (10/3/2019) pagi. Di sepanjang jalan, pawai tersebut menarik perhatian masyarakat yang melintas di area CFD.
Banyak pejalan kaki yang berswafoto dan mengabadikan dengan handphone masing masing.

Terdapat dua paslon capres dan cawapres nomor urut 1 dan 2 duduk berselingan.
Pawai tersebut juga dimeriahkan kelompok musik tradisional yang juga membawa poster ajakan menghentikan penyebaran ujaran kebencian.
Selain itu, Bawaslu juga mendeklarasikan untuk menciptakan pesta demokrasi rakyat berjalan damai.
Sehingga pada 17 April 2019 nanti terbebas dari hal-hal negatif dalam pelaksanaan pemilu seperti hasutan kebencian, hoax dan money politik.(*)