Lompat ke isi utama

Berita

Manfaatkan CFD Jadi Panggung Edukasi, Bawaslu Surakarta Gaungkan Keadilan Pemilu lewat Cakilan

Pertunjukan Bambang Cakilan di Sosialisasi Pengawasan Partisipatif CFD Solo

Pertunjukan Bambang Cakilan di Sosialisasi Pengawasan Partisipatif CFD Solo

Bawaslu Surakarta News (BSN) - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kota Surakarta kembali hadir di Car Free Day (CFD) untuk menyapa dan mengedukasi masyarakat Kota Surakarta dengan menggelar pentas seni budaya Bambang Cakilan.  Pementasan ini digelar di Jl. Slamet Riyadi No 284, tepatnya di depan Gramedia, pada Minggu penghujung Oktober 2024 (27/10).

Bambang Cakilan dipilih sebagai media sosialisasi edukatif yang bertujuan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga iklim pesta demokrasi agar berjalan damai, adil, dan bersih. Menyuguhkan seni tari yang mengisahkan perang antara Kesatria melawan Cakil, tersimpan pesan filosofis bahwa kebaikan akan selalu mengalahkan kebatilan. Ajakan tersirat yang termuat dalam pagelaran tersebut dimaksudkan agar warga masyarakat turut mengambil bagian dalam memerangi segala bentuk kejahatan dalam segenap tahapan Pilkada, termasuk isu-isu negatif seperti hoaks, SARA, ujaran kebencian, sampai dengan Black Campaign.

Penggunaan seni budaya sebagai media sosialisasi merupakan cara sederhana agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat. Pementasan bambang cakilan juga berhasil menarik perhatian pengunjung CFD tergambar dari antusiasme masyarakat yang hadir untuk menyaksikannya dan cukup efektif sebagai sarana penyampaian nilai-nilai moral yang dibutuhkan dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Dengan adanya pagelaran ini kami berharap masyarakat lebih terdidik untuk menyumbang kontribusi positif dalam pengawasan Pilkada 2024, lebih berhati-hati dalam menerima ataupun membagikan informasi, juga harapannya Pilkada di Solo, di Jawa Tengah, dan di seluruh Indonesia secara serentak dapat berjalan dengan baik, lancar, bermartabat, bersih, terbebas dari isu-isu SARA, hoaks, maupun ujaran kebencian”, pungkas Kordiv P2H Bawaslu Surakarta, Agus Sulistyo.