Hasil Riset Mahasiswa Unnes: Bawaslu Solo Perlu Tingkatkan Kehadiran di Ruang Publik
|
Surakarta, Bawaslu Solo News (04/08) – Selama kurun waktu lima bulan, mahasiswa FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penelitian tentang pengawasan partisipatif. Angeline Sorta Br. Silalahi, pada tugas akhir meneliti tentang implementasi dari Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif di Kota Surakarta pada tahapan Pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan partisipatif di Kota Surakarta sudah berjalan sesuai dengan regulasi namun masih terdapat hambatan dalam menjalankan implementasi Perbawaslu secara maksimal.
Hasil penelitian ini merekomendasikan agar Bawaslu Kota Surakarta memperkuat pelaksanaan pengawasan partisipatif secara lebih sistematis. Selain itu optimalisasi pelatihan dan pendampingan pengawas ad-hoc maupun masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi. Penguatan sistem perlindungan bagi pelapor (whistleblower) juga menjadi bagian yang dikaji agar memberikan rasa aman bagi pelapor (whistleblower) yang akan melaporkan pelanggaran pemilu.
Ditemui di sela-sela penyerahan hasil penelitian ke Bawaslu Kota Surakarta pada hari Senin, 4 Agustus 2025, Angeline, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa, "selain penguatan keorganisasian dan prosedural, Bawaslu Kota Surakarta juga perlu untuk meningkatkan kehadirannya di ruang publik, termasuk melalui pendekatan informal di tengah masyarakat."
Menanggapi hal tersebut, Agus Sulistyo, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) menyampaikan, "hasil penelitian ini akan menjadi pijakan bagi Bawaslu dalam menentukan arah kebijakan pengawasan partisipatif Kota Surakarta ke depannya," pungkasnya.
humas