Festival Rujak Pengawasan Bawaslu, 500 Porsi Rujak Ludes Diserbu Warga
|
Bawaslu Solo News. Bawaslu Kota Surakarta menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif terbilang cukup unik. Rujak pun dikemas menjadi media sosialisasi yang apik sekaligus menarik. Hari ini, Minggu 13 Oktober di area Car Free Day (CFD) Bawaslu Kota Surakarta menggelar Festival Rujak Pengawasan. Sosialisasi yang unik ini sengaja dilakukan guna lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pada even elektoral pada Pilkada 2024.
Menurut Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono bahwa, kegiatan dengan menggali potensi kearifan lokal ini dilaksanakan setiap minggu di CFD. Minggu ini kita menggelar dua even sekaligus di dua titik di sepanjang jalan Slamet Riyadi dan kita juga menampilkan pentas Ketoprak Ngampung di Taman Balekambang tuturnya saat ditemui disela-sela acara.
Festival Rujak Pengawasan dikemas dengan menampilkan personil dengan menggunakan kostum celemek yang bertuliskan pesan-pesan moral rujak anti money politik, anti hoax dan anti sara. Lima personil menyiapkan rujak yang berbahan dasar dari aneka buah yang bermacam-macam warna dan rasanya. Tidak kurang dari 500 porsi oleahan rujak dinamai anti hoax, rujak anti politik uang, rujak anti ujaran kebencian, sampai rujak pilkada damai tersaji dan langsung ludes diserbu warga.
Secara terpisah Agus Sulistyo selaku Kordiv Pencegahan Bawaslu sekaligus penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk edukasi politik dan kegiatan pencegahan. Rujak secara filosofis adalah simbol keaneka ragaman yang dapat menjadi kekuatan. Bahan-bahan, warna dan kombinasi rujak menunjukkan keanekaragaman budaya, rasa, ide, gagasan maupun pilihan dalam kehidupan. Pilkada substansinya adalah keaneka ragaman yang menyatu. Lima orang yang berkostum celemek bertema yang menyiapkan rujak (memasak) merupakan simbol bahwa lima sila dapat menyatukan keanekaragaman rasa hingga rujak menjadi sajian yang lezat dan menyehatkan. Itulah harapan kami terhadap pelaksanaan pilkada, menyehatkan iklim demokrasi, pungkasnya.
Penulis : Agus Sulistyo