Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Solo Apresiasi Tiga Pasang Calon Ketua OSIS Yang Beradu Visi Misi pada Gelaran Debat Pemilihan OSIS SMKN 2 Surakarta

Poppy Kusuma, Anggota Bawaslu Surakarta saat memberikan sambutan pada acara Debat Pemilos di SMK N 2 Surakarta

Poppy Kusuma, Anggota Bawaslu Surakarta saat memberikan sambutan pada acara Debat Pemilos di SMK N 2 Surakarta

SURAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta terus berkomitmen menanamkan dan mengawal nilai-nilai demokrasi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Bawaslu Kota Surakarta dalam kegiatan Debat Calon Ketua OSIS SMK Negeri 2 Surakarta, yang dilaksanakan pada Senin (26/1).

Kegiatan debat calon Ketua OSIS ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan pemilihan OSIS yang diikuti oleh para siswa SMK Negeri 2 Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Poppy Kusuma Natalia, S.H., hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus materi motivasi kepada para peserta debat dan seluruh siswa yang hadir.

Dalam sambutannya, Poppy menyampaikan bahwa Bawaslu Kota Surakarta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan praktik demokrasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, seperti partisipasi, kejujuran, dan tanggung jawab, sejak usia dini.

“Bawaslu Kota Surakarta mendukung penuh terciptanya iklim demokrasi di semua lingkungan, termasuk di SMK Negeri 2 Surakarta. Pendidikan demokrasi sejak dini menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar Poppy.

Lebih lanjut, Poppy menekankan bahwa pemilihan Ketua OSIS bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan sebuah miniatur dari pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang sesungguhnya. Melalui proses pemilihan OSIS, siswa dapat belajar mengenai tahapan pemilu, mulai dari pencalonan, kampanye, debat, hingga pemungutan suara.

Dalam materinya, Poppy juga mengajak para siswa untuk menjunjung tinggi prinsip integritas, transparansi, keadilan, serta sportivitas dalam setiap tahapan pemilihan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disikapi dengan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.

“Apa yang adik-adik lakukan hari ini adalah cerminan dari proses demokrasi besar di tingkat nasional. Dari sini, adik-adik belajar untuk berkompetisi secara sehat, menyampaikan gagasan secara santun, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada,” tambahnya.

Poppy juga mengingatkan agar seluruh peserta pemilihan OSIS menjauhi praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi, seperti kecurangan, tekanan, maupun ketidakjujuran. Ia berharap pengalaman berdemokrasi di lingkungan sekolah dapat menjadi bekal bagi para siswa ketika nantinya terlibat langsung dalam kehidupan demokrasi di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Surakarta berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat di lingkungan pendidikan, sekaligus membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya pengawasan partisipatif dan pelaksanaan demokrasi yang berintegritas.

Penulis : Krisna