Lompat ke isi utama

Berita

50 persen panwascam wajah baru

50 persen panwascam wajah baru

    Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta hari ini mengumumkan anggota Panitia pengawas Kecamatan (panwascam) terpilih. Panwascam terpilih merupakan hasil seleksi pasca tes tertulis Socrative dengan komputer dan wawancara beberapa waktu lalu. Sebanyak 15 panwascam terpilih segera dilantik untuk menjalankan tugas sebagai pengawas di tingkat kecamatan.
   Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono menyebutkan tahapan yang dilaksanakan saat ini telah sesuai tahapan yang telah ditentukan dari amanat Undang-Undang 10 tahun 2016 tentang pilkada dan perbawaslu 8 tahun 2019.
   “Mulai pemberkasan, lolos administrasi , lanjut tes socrative trus tes wawancara hingga rapat pleno penentuan panwascam terpilih telah sesuai regulasi yang ada,”Jelas Budi Wahyono.
    Penempelan pengumuman panwascam terpilih dilakukan secara manual yakni ditempelkan di 5 Kantor Kecamatan di Surakarta dan secara online yakni di web dan media sosial milik Bawaslu Surakarta. Sesuai tahapan, pengumuman hasil seleksi dilakukan hari ini tanggal 18 Desember 2019.
Budi Wahyono menjelaskan dari 65 peserta seleksi diambil 15 peserta dengan nilai tertinggi. Beberapa kategori penilaian menjadi tolak ukur dalam penilaian seleksi panwascam kali ini. Selain skor tes tertulis, beberapa penilaian merupakan dari hasil tes wawancara yang meliputi beberapa kategori. Diantaranya penguasaan materi penyelenggara pemilu, integritas diri, komitmen, motivasi, kemampuan komunikasi dan kerjasama hingga pengetahuan muatan lokal.
     ”Secara estafet kami telah melaksanakan seleksi tertulis dan wawancara sebagai uji kelayakan bagi calon panwas kecamatan. Secara kumulatif kami susun dan terpilihlah sebanyak 15 peserta dengan nilai tertinggi,”terang Budi Wahyono.
     Data dari Bawaslu Kota Surakarta mencatat sebanyak 8 dari 15 anggota panwascam adalah wajah baru. Mereka yang terpilih akan dilantik pada tanggal 23 Desember 2019 mendatang.
“50 persen anggota panwascam terpilih merupakan wajah baru. Meski demikian mereka rata-rata telah berpengalaman di dunia kepemiluan baik sebagai Pengawas TPS,KPPS, PPL, maupun pemantau pemilu,”terang Budi Wahyono.
   Sementara itu menurut anggota Bawaslu Solo Agus Sulistyo menyebutkan formasi panwascam tepilih untuk pilkada 2020 adalah yang terbaik yang direkrut berdasarkan seleksi yang ketat. Selain ketat seleksi kali ini dengan parameter terukur. “Mereka yang tepilih semoga dapat menjawab sesuai dengan kebutuhan dinamika politik lokal,” jelas Agus Sulistyo.