Bawaslu Solo aktifkan panwascam dan panwaskel hari ini
|
Pasca non aktif selama 2 bulan terhitung sejak Bulan April lalu, Panitia Pengawas Kecamatan (panwascam)dan panitia pengawas kelurahan hari ini (Minggu 14/6/2020) mulai diaktifkan kembali. Hal ini dilaksanakan menyusul adanya tahapan Pilkada 2020 yang dimulai pertengahan Juni atau bulan ini. Ditemui di Kantor Bawaslu Solo Jalan Panembahan Nomer 2 Penumping, Laweyan Solo Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono mengakui pengaktifan tersebut dilaksanakan pasca dilaksanakan koordinasi secara media dalam jaringan (Daring) dengan Bawaslu Propinsi Jawa Tengah malam tadi (Sabtu 13/6/2020). Untuk Jawa Tengah sendiri, Kabupaten Purworejo dan Kota Solo memiliki tahapan awal verifikasi faktual terhadap Syarat dukungan bakal calon perseorangan yang dimulai 24 Juni mendatang. Untuk kesiapan Bawaslu Solo Budi Wahyono menyebutkan peningkatan kapasitas personil dan dukungan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan hal mutlak dalam kegiatan pengawasan verfak."Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bawaslu nomer 1097 tahun 2020 jajaran panwas tingkat kecamatan dan kelurahan akan diaktifkan kembali paling lambat sebelum 15 Juni, maka hari ini nanti dilaksanakan pengaktifan kembali Panwascam dan panwaskel di Kota Solo. Dalam hal ini Kota Solo tidak Pergantian Antar Waktu (PAW) baik itu ditingkat kecamatan maupun kelurahan ,"terang Budi Wahyono. Bawaslu Solo juga memastikan mereka akan kembali bertugas sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana sebelum di non aktifkan pada April lalu.
Budi Wahyono mengakui tahapan terdekat di Kota Solo(verfak) cukup berpotensi terhadap penularan virus corona bagi penyelenggara. Oleh karenanya pihaknya berkomitmen nantinya dalam kegiatan pengawasan di lapangan para pengawas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). "Kedepan kita akan mengawasi dan memastikan kurang lebih 35 ribu syarat dukungan bakal calon perseorangan dari pasangan Bagio wahyono- FX Supardjo (BAJO) telah terverifikasi oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh karenanya APD berupa masker, faceshield(pelindung wajah), sarung tangan, hand sanitizer, baju pelindung hingga suplemen bagi pengawas menjadi hal wajib saat bertugas,"ungkap Budi.
Sementara itu anggota Bawaslu Solo Kordiv Penyelesaian Sengketa Arif Nuryanto ditempat yang sama menyebutkan pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi alternatif dalam kegiatan pengawasan selain penerapan protokol covid-19. Ia menekankan agar segenap jajaran pengawas bisa meningkatkan kapasitas dalam bidang IT. Menurut Arif adanya pandemi covid-19 di Kota Solo saat ini bisa merubah jenis kegiatan pengawasan. "Koordinasi pengawasan, komunikasi hingga pelaporan bisa kita laksanakan secara daring sebagai alternatif jumpa secara konvensional. Makatidak menutup kemungkinan akan ada tradisi kampanye konvensional bergeser ke kampanye secara media online,"terang Arif.
Adanya kampanye tatap muka puluhan warga dengan aplikasi pertemuan online juga merupakan salah satu hal yang bisa di monitor oleh pengawas. "Dukungan aplikasi, baik peralatan, software maupun bandwidth Bawaslu Solo akan kita sesuaikan secara optimal. Harapan kita nantinya panwascam dan panwas kelurahan bisa turut mengikuti tata cara kita dalam pemanfaatan teknologi ini dengan install aplikasi yang kita terapkan bersama,"pungkas Arif.