Bawaslu dan SMA PL Santo Yosef Surakarta Perkuat Pendidikan Demokrasi melalui Penandatanganan MoU dan Program P2P
|
SURAKARTA – Bawaslu Kota Surakarta terus memperluas jejaring pendidikan demokrasi melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta peluncuran Program P2P (Project to Participation) bersama SMA PL Santo Yosef Surakarta pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di SMA PL Santo Yosef Surakarta tersebut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kota Surakarta, yakni Ketua Bawaslu Kota Surakarta Budi Wahyono, Anggota Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo dan Poppy Kusuma, didampingi Koordinator Sekretariat beserta jajaran staf. Sementara itu, pihak sekolah dipimpin langsung oleh Kepala SMA PL Santo Yosef Surakarta beserta jajaran guru.
Penandatanganan MoU dan PKS menjadi landasan kerja sama antara Bawaslu Kota Surakarta dan SMA PL Santo Yosef Surakarta dalam mengembangkan pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta peningkatan kapasitas pemilih pemula melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan.
Ketua Bawaslu Kota Surakarta, Budi Wahyono, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan satuan pendidikan merupakan strategi jangka panjang untuk membangun budaya demokrasi sejak dini.
"Generasi muda merupakan investasi demokrasi. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan pendidikan demokrasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mendorong siswa menjadi warga negara yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, menjelaskan bahwa Program P2P dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif yang menempatkan peserta didik sebagai subjek dalam penguatan nilai-nilai demokrasi.
"Program P2P diharapkan mampu membangun partisipasi aktif siswa dalam memahami demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif. Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pemilih pemula, tetapi juga menjadi pelopor yang mampu menularkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat," kata Agus.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Poppy Kusuma, menambahkan bahwa kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan edukatif, seperti kelas demokrasi, simulasi pemilihan, diskusi kepemiluan, literasi digital, hingga pendampingan pelaksanaan demokrasi di lingkungan sekolah.
Pihak SMA PL Santo Yosef Surakarta menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurut pihak sekolah, kolaborasi dengan Bawaslu Kota Surakarta sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang memiliki karakter kepemimpinan, berpikir kritis, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Melalui penandatanganan MoU, PKS, dan implementasi Program P2P, Bawaslu Kota Surakarta berharap sinergi dengan SMA PL Santo Yosef Surakarta dapat menjadi model penguatan pendidikan demokrasi yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Humas Bawaslu Kota Surakarta