Bawaslu Solo Dalami Kerjasama dengan KMNR tentang Riset Persepsi Pemilih Gen-Z dan Gen Alpha
|
Solo— Bawaslu Kota Surakarta membuka peluang kolaborasi dengan Karavan Media Network and Research (KMNR) dalam pengembangan program sosialisasi, integrasi media, hingga riset persepsi pemilih dari kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Penjajakan tersebut dibahas dalam diskusi santai di kantor pusat KMNR, Jalan Urip Sumoharjo, Solo, Kamis (8/10/2026).
KMNR merupakan lembaga yang bergerak di bidang media digital, radio, integrasi media, serta riset. Pertemuan tersebut dihadiri dua pimpinan Bawaslu Kota Surakarta, yakni Anggota/Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Agus Sulistyo serta Anggota/Kordiv Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan (SDMO) Fifta Angga Hidayat.
Dalam diskusi, kedua pihak membahas sejumlah kemungkinan kerja sama yang dapat dikembangkan, antara lain melalui talkshow, podcast, konten sosialisasi, iklan layanan masyarakat (ILM), integrasi media, penelitian, hingga pelatihan.
Manajemen KMNR menyampaikan kesiapan untuk bersinergi dengan Bawaslu Kota Surakarta dalam berbagai program tersebut. Kolaborasi juga dinilai dapat diarahkan pada pengembangan riset mengenai persepsi dan karakteristik generasi muda dalam konteks pengawasan partisipatif.
“Kami siap berkolaborasi dengan Bawaslu Solo dalam program-program sosialisasi, konten ILM, integrasi media, penelitian, dan pelatihan. Bahkan untuk riset-riset pengawasan partisipatif tentang persepsi Gen-Z dan Gen Alpha, kami siap bersinergi untuk mencari solusi yang holistik,” ujar Anton, manajemen KMNR, di tengah diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Agus Sulistyo menyambut baik perhatian dan tawaran kolaborasi dari KMNR. Menurutnya, masa non-tahapan dapat menjadi ruang bagi Bawaslu untuk membangun program yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pendekatan pengawasan partisipatif.
“Kami menyambut baik atensi dari pihak KMNR. Di masa non-tahapan seperti sekarang, mungkin dapat disusun program kegiatan yang bersifat sustainable, layaknya ruang untuk dialektika seperti Youth Election Clinic,” terang Agus.
Menurut Agus, penguatan literasi kepemiluan tidak harus menunggu momentum tahapan Pemilu. Ruang diskusi yang melibatkan generasi muda perlu dibangun secara berkelanjutan agar pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif dapat berkembang sesuai dengan karakter generasi yang menjadi bagian penting dari pemilih masa depan.
Sementara itu, keterlibatan Fifta Angga Hidayat dalam pertemuan tersebut turut membuka ruang pembahasan mengenai penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung pengembangan program kolaboratif yang memanfaatkan teknologi dan ekosistem media digital.
Penjajakan kerja sama antara Bawaslu Kota Surakarta dan KMNR diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kolaborasi yang lebih konkret. Terutama dalam menghadirkan ruang edukasi dan riset yang mampu membaca persepsi Gen-Z dan Gen Alpha terhadap demokrasi serta mendorong keterlibatan mereka dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.
Bawaslu Kota Surakarta terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat literasi demokrasi dan membangun ekosistem pengawasan partisipatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Humas Bawaslu Kota Surakarta